Sinergi Industri dan Pendidikan: SMK Islamic Centre Baiturrahman Tandatangani MoU Ekosistem Digital Bersama PT Telkom Indonesia

SEMARANG – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dan memperluas serapan lulusan di dunia industri, SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Telkom Indonesia. Agenda bertajuk “Penandatanganan MoU Kerjasama Industri PT Telkom dengan SMK Swasta Area Semarang, Kendal dan Boyolali” ini diselenggarakan pada hari Kamis di Ruang Pahlawan Lt. 3, Jl. Pahlawan No. 10, Semarang.

Langkah kolaborasi strategis ini sangat sejalan dengan visi SMK Islamic Centre Baiturrahman yang saat ini tengah gencar melakukan transformasi ekosistem digital secara mandiri dan terpusat—mulai dari sistem presensi pintar, Single Sign-On (SSO) untuk layanan akses WiFi, hingga integrasi Learning Management System (LMS) interaktif di lingkungan sekolah.

Transformasi Digital dan Kebutuhan Industri

Acara yang turut dihadiri oleh belasan Kepala Sekolah SMK Swasta ini diisi dengan sesi sharing inspiratif. Bapak Taufik, selaku GM Witel Semarang Jateng Utara, memaparkan bagaimana Telkom telah bertransformasi pesat. Beliau menyoroti evolusi infrastruktur dari kabel tembaga menuju jaringan fiber optic, serta transisi manajemen yang kini bernaung di bawah Danantara.

Lebih lanjut, Bapak Taufik menekankan bahwa di era Artificial Intelligence (AI) dan robotik saat ini, kolaborasi antara sekolah dan industri mutlak diperlukan agar pendidikan senantiasa relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Mas Yahya dari pihak Telkom, yang menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh program “digitalisasi di sekolah”.

Peluang Emas untuk Siswa dan Guru

Dari perwakilan sekolah, Bapak Waryanto (Kepala SMK NU Maarif 02 Rowosari Kendal) turut membagikan praktik baik penerapan Kelas Industri Telkom di jurusan TKJ. Dalam momentum pembaruan MoU yang diikuti oleh total 13 sekolah ini, beliau menyampaikan harapan besar agar kuota Praktik Kerja Lapangan (PKL), program guru magang, hingga serapan tenaga kerja alumni dapat terus ditingkatkan.

Peluang pengembangan kompetensi siswa juga semakin terbuka lebar melalui program Teaching Factory (TeFa). Bapak Irham dari SMKICB mengusulkan beberapa hal berikut:

  • Pemberdayaan TeFa: Siswa dapat memasarkan produk layanan Telkom dan menerima order secara langsung.
  • Standar Industri: Hasil kerja siswa akan melalui proses Quality Control (QC) berstandar Telkom.
  • Kompetisi Berprestasi: Akan diadakan ajang perlombaan khusus bagi sekolah-sekolah di bawah naungan MoU Telkom untuk memacu prestasi siswa dan memberikan nilai tambah yang membedakan mereka dari sekolah lain.

Melalui kemitraan erat ini, SMK Islamic Centre Baiturrahman optimis dapat mencetak lulusan unggul yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga siap menghadapi dan membangun infrastruktur teknologi masa depan.

Redaksi by: Riyanto, M.Pd

Leave a Reply