Pada tanggal 12-13 Desember 2025, kegiatan Karang Pamitran dan Penguatan Majelis Pembimbing diadakan Kwartir Ranting Ngaliyan, digelar Promas Greenland Kendal. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan gerakan Pramuka di daerah tersebut, dengan memperkuat peran Majelis Pembimbing (MABI), mengembangkan kompetensi pembina, serta memotivasi semua pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan gugus depan yang mantap.
Acara dimulai dengan pembukaan yang penuh semangat, diikuti oleh penyampaian materi pertama oleh Kak Sutikno. Beliau memberikan penjelasan terkait tugas-tugas Majelis Pembimbing (MABI), yang memiliki peran penting dalam mengembangkan gerakan Pramuka, baik dari segi administrasi maupun pembinaan anggota. Kak Sutikno menekankan bahwa tugas Mabi adalah mengangkat, melantik, serta memberhentikan para pengurus seperti Walik, Sekretaris, dan anggota. MABI juga bertanggung jawab dalam mengukuhkan pengurus Gudep serta memberikan dukungan finansial.
Dalam kegiatan ini, juga dibahas mengenai susunan pengurus Majelis Pembimbing yang terdiri dari Ketua, Wakil, Sekretaris, dan Anggota. Masa jabatan pengurus MABI adalah dua tahun, dengan syarat anggota Majelis Pembimbing yang terdiri dari para tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, orang tua peserta didik, guru, serta pengusaha. Anggota Majelis Pembimbing harus peduli terhadap perkembangan gerakan Pramuka dan bersedia menyumbangkan waktu serta tenaga mereka untuk keberhasilan gerakan ini.
Kak Sutikno menekankan bahwa Majelis Pembimbing memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung keberlanjutan gerakan Pramuka, khususnya di tingkat Gugus Depan (Gudep). Majelis Pembimbing (Mabi) tidak hanya bertugas dalam aspek administratif, tetapi juga dalam memotivasi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas Gudep dan para pembina di dalamnya. Selain itu, Majelis pembimbing juga wajib menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting dan memastikan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Widodo, yang membahas tentang penerapan konsep deep learning dalam gerakan Pramuka. Beliau mengungkapkan bahwa Pramuka sudah mengintegrasikan deep learning dalam pembinaannya dengan mengutamakan pengembangan soft skills sebanyak 80% dan hard skills sebanyak 20%.
Dr. Widodo menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh gerakan Pramuka, antara lain kesenjangan ekonomi dan sosial, kesiapan guru atau pembina, serta sistem politik yang mempengaruhi kebijakan pendidikan. Beliau menekankan bahwa Pramuka perlu mengedepankan pembelajaran yang tidak hanya mengutamakan kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan soft skills yang akan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik.
Selain itu, Dr. Widodo juga menyoroti beberapa masalah yang dihadapi kepala sekolah, seperti beban kerja yang berat, kurangnya pemahaman teknis, serta kendali yang terlalu dominan dari atas. Dalam hal ini, penting bagi setiap pembina dan peserta didik untuk memahami manajemen risiko dan selalu menjaga keseimbangan antara teori dan praktik dalam kegiatan Pramuka.
Acara dilanjutkan dengan materi dari Kak Awang S.I.Kom, mengenai pentingnya Gudep yang berprestasi. Kak Awang mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Kwartir Ranting Ngaliyan meraih Juara I Pembina Berprestasi dan Juara II Kamabigus Berprestasi. Pada tahun 2025, Kwartir Ngaliyan berhasil meraih Juara I untuk Gudep Mantap. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras bersama dalam mengelola kegiatan Pramuka dan meningkatkan kualitas pembina serta peserta didik.
Kak Awang juga menyampaikan bahwa Gudep memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan gerakan Pramuka. Gudep adalah ujung tombak dalam melaksanakan kegiatan Pramuka dan wajib memiliki media komunikasi yang baik seperti grup WhatsApp, website, blog, dan akun media sosial lainnya. Dengan demikian, Gudep dapat lebih mudah berkomunikasi, berbagi informasi, dan memotivasi masyarakat serta orang tua untuk terlibat dalam kegiatan Pramuka.
Kamabigus, yang merupakan tokoh yang mendukung kegiatan Pramuka, juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Kak Awang menjelaskan bahwa Kamabigus bertugas dalam membuat kebijakan dan memberikan dukungan kepada Gudep serta pembina untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kamabigus juga harus mendukung pengembangan kualitas pembina, apakah melalui pelatihan KMD (Kursus Mahir Dasar) atau KML (Kursus Mahir Lanjutan).
Salah satu elemen penting yang ditekankan dalam acara ini adalah pentingnya peran orang tua. Orang tua dapat turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan Pramuka, baik melalui pertemuan rutin maupun keterlibatan langsung dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak mereka. Kak Awang juga menyarankan agar dibuat grup WhatsApp untuk orang tua dalam rangka pelantikan bantara, sehingga komunikasi dapat lebih efektif dan kegiatan dapat lebih terorganisir dengan baik.
Melalui acara ini, diharapkan Kwartir Ranting Ngaliyan dapat terus berkembang dan menciptakan Gudep yang mantap dan berprestasi. Para pembina, Kamabigus, serta seluruh elemen masyarakat dan orang tua peserta didik harus bekerja sama dalam memajukan gerakan Pramuka. Kolaborasi yang baik akan menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan dapat mendukung pembentukan karakter peserta didik yang lebih baik. Di akhir acara, para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan merencanakan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengembangkan gerakan Pramuka di Kwartir Ranting Ngaliyan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Pramuka akan terus menjadi wadah yang efektif untuk membentuk generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berkarakter.
Redaksi: Irfain
