ROHIS dan AGPAII DPW Luncurkan Gerakan Pelajar Jawa Tengah Mengaji di Aula TVKU

SEMARANG — Suasana di Aula TVKU Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang pada Selasa (20/10/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan wajah muda dari berbagai pelosok Jawa Tengah berkumpul dengan wajah berseri. Bahkan, demi menghadiri momen penting ini, beberapa siswa rela berpetualang dan menginap di Semarang sejak sehari sebelumnya—salah satunya rombongan pelajar yang datang jauh-jauh dari Magelang.

Hari itu menjadi saksi sejarah diluncurkannya Gerakan Pelajar Jawa Tengah Mengaji, sebuah inisiatif mulia yang digagas oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) DPW Jawa Tengah bekerja sama dengan TVKU Udinus dan Rohis Jawa Tengah.

Memecah Rasa Canggung, Menghidupkan Tradisi

Gagasan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap fenomena sosial di tengah masyarakat. Selama ini, aktivitas mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) atau lingkungan rumah kerap didominasi oleh anak-anak tingkat SD dan SMP. Begitu menginjak bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau SMA, tradisi tersebut sering kali terputus.

“Kalau sudah SMK, kadang ada rasa malu untuk berangkat mengaji,” ungkap Ketua AGPAII Jawa Tengah, Dr. Heri, lugas.

Kondisi inilah yang dibenarkan oleh temuan para pengawas pendidikan di lapangan. Rasa canggung dan gengsi remaja usia SMK membuat mereka pelan-pelan menjauh dari majelis mengaji masyarakat. Lewat gerakan ini, AGPAII ingin meruntuhkan tembok canggung tersebut dan mengajak para remaja kembali akrab dengan Al-Qur’an.

Pentingnya gerakan ini juga ditegaskan melalui amanah dari Bapak Gubernur Jawa Tengah, yang berpesan agar para pelajar semakin giat menggerakkan tradisi mengaji, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di rumah masing-masing.

Melangitkan Doa dan Menata Jiwa

Acara diawali dengan suasana khusyuk melalui ibadah shalat Dhuha dan istighosah bersama yang dipimpin oleh Dr. Faozin. Dalam ceramahnya yang menyejukkan, beliau mengajak para siswa menjadikan shalat Dhuha dan istighosah sebagai kebiasaan harian.

“Ini adalah wujud eksistensi penghambaan diri kita. Momen untuk mengakui dosa dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala khilaf yang telah kita lakukan,” tutur Dr. Faozin di hadapan para peserta.

Semangat kebersamaan ini dirasakan langsung oleh seluruh perwakilan sekolah yang hadir, termasuk kontingen dari SMK Islamic Centre Semarang yang diwakili oleh dua siswi pengurus OSIS beserta guru pembimbing agama mereka.

Jawa Tengah sebagai Episentrum Rohis Nasional

Tuan rumah Udinus menyambut hangat kehadiran para syiar muda ini. Mewakili Bimbingan Urusan Islam (BUI) sekaligus Bapak Rektor Udinus, Pak Edi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya launching Gerakan Pelajar Mengaji ini.

Pak Edi sempat bernostalgia tentang masa remajanya yang aktif di Rohis SMAN 1 Semarang, seraya memberikan penghormatan kepada seluruh warga Rohis Indonesia, Rohis Jawa Tengah, dan Rohis Kota Semarang.

Momen ini kian membanggakan saat Dr. Heri mengingatkan kembali sejarah manis gerakan Rohis. Beliau menegaskan bahwa Jawa Tengah adalah episentrum terbentuknya Rohis Indonesia, di mana Ketua Rohis Nasional pertama, Mas Divo dari SMAN 3 Semarang, terpilih secara demokratis melalui Musyawarah Nasional.

Pesan Kasih Sayang: Bebas Perundungan dan Mengaji Setiap Hari

Hadir pula memberikan pembekalan, perwakilan dari Kakanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Ibu Aini (Kabid Pendis). Beliau memberikan pesan menyentuh agar para pelajar senantiasa menjaga keharmonisan dan menjauhi perilaku perundungan (bullying).

Beliau mengutip petikan suci Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 11 (yang berbunyi serupa dengan ajakan saling menghormati):

…لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ …

“Jangan sampai ada pelajar yang menjadi pelaku perundungan, bahkan hanya sekadar memanggil teman dengan sebutan nama ayahnya,” tegas Bu Aini mengingatkan.

Lebih lanjut, Bu Aini memantik semangat para pelajar Jawa Tengah untuk menjadikan mengaji sebagai rutinitas harian yang berkelanjutan—bukan sekadar kegiatan musiman seperti Pesantren Kilat di bulan Ramadhan.

Gema Beduk Penanda Langkah Baru

Puncak acara peresmian ditandai dengan pemukulan bedug yang bergema anggun di Aula TVKU Udinus. Suara dentuman bedug tersebut tidak hanya menandai dimulainya Gerakan Pelajar Jawa Tengah Mengaji, tetapi juga memancarkan harapan baru: agar generasi muda, khususnya pelajar SMK di Jawa Tengah, tidak lagi malu membawa Al-Qur’an dan menjadi pilar kebaikan di masyarakat.

Redaksi: Ahmad Irfain, S.PdI

Leave a Reply