Senin, 24 Agustus 2026 | 12 Maulud 1448 H
Majelis Maulid Akbar MRB digelar pada Senin, 24 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Maulud 1448 H. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Tausiyah disampaikan oleh Al Habib Umar Al-Mutohhar, disertai rangkaian selawat, pembacaan Maulid Diba, dan doa bersama.
Acara diawali dengan niat salihah dan pembacaan Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Habib Umar juga menyampaikan sambutan dan mengajak jamaah untuk memperbanyak selawat serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Dalam tausiyahnya, Habib Umar mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Karena itu, umat Islam hendaknya mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah, membaca selawat, memperkuat tauhid, dan memperbaiki akhlak.
Habib Umar mengajak jamaah untuk memperbanyak bacaan:
Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah.
Kalimat tersebut menjadi pengingat akan keesaan Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Jamaah juga diajak untuk berharap mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW dan dikumpulkan bersama beliau di surga.
Salah satu pesan penting dalam pengajian tersebut adalah agar umat Islam menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam seluruh kehidupan. Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang sempurna, baik dalam beribadah, berbicara, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan keluarga.
Habib Umar menekankan pentingnya menjaga perkataan dan perbuatan. Rasulullah SAW tidak melakukan sesuatu kecuali kebaikan. Karena itu, umat Islam hendaknya membiasakan berbicara dengan kata-kata yang baik, menjaga lisan, dan tidak menyakiti hati orang lain.
Akhlak tersebut juga harus diterapkan dalam kehidupan keluarga, baik kepada suami atau istri, anak-anak, orang tua, maupun teman. Kebaikan yang dilakukan seseorang pada akhirnya akan kembali kepada dirinya sendiri.
Habib Umar juga mengingatkan pentingnya berbaik sangka kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia serta menjauhi prasangka buruk.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.”
Dalam tausiyahnya, Habib Umar menyampaikan kisah Nabi Yusuf AS yang memilih menjaga kehormatan dan menjauhi maksiat meskipun harus menghadapi kesulitan. Kisah tersebut menjadi pelajaran agar umat Islam mampu menjaga diri dari perbuatan dosa dan selalu memilih jalan yang diridai Allah.
Jamaah juga diajak untuk membiasakan bersalaman dan bertemu dengan wajah yang berseri-seri. Keramahan dan senyum merupakan bagian dari akhlak mulia. Dengan memperbanyak silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama, diharapkan hubungan persaudaraan semakin kuat.
Habib Umar turut menyampaikan kerinduan kepada Rasulullah SAW dan mengajak jamaah untuk memperbanyak selawat serta berdoa agar diberi kesempatan berziarah ke Madinah dan makam Kanjeng Nabi Muhammad SAW di kawasan Masjid Nabawi.
“Ya Rabbi shalli ‘ala Muhammad, ya Rabbi ballighna nadhur.”
Di penghujung acara, doa dipanjatkan agar seluruh jamaah diberikan umur panjang dalam keberkahan, rezeki yang baik dan melimpah, kehidupan yang mulia, kesehatan, serta keluarga yang penuh ketenteraman.
Semarak Kemerdekaan dalam Majelis Maulid
Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan Maulid Akbar MRB juga berlangsung dalam suasana semangat kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada saat Kyai Ahmad Darodji menyampaikan sambutan, beliau menyanyikan lagu 17 karya al habib Muhammad Husein Al-Mutohar Agustus. Momen tersebut menambah semarak suasana majelis sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap semangat kemerdekaan bangsa.
Kegiatan Maulid Akbar MRB juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi selawat dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Setiap Jumat terakhir di setiap bulan, jamaah juga melaksanakan khataman Maulid Diba.
Acara kemudian ditutup dengan doa. Harapannya, kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui lantunan selawat dan peringatan maulid, tetapi juga melalui akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga seluruh jamaah senantiasa diberikan keberkahan, dipanjangkan umur dalam kebaikan, dilimpahkan rezeki yang halal dan baik, dimuliakan kehidupannya, serta mendapatkan syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Aamiin Allahumma aamiin.
red: Ahmad Irfain, S.Pd.I
