YPKPI MRB Jateng Gelar Halal Bi Halal: Tekankan Nilai Kejujuran dan Persatuan

Semarang — Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) menyelenggarakan kegiatan halal bihalal yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara ini dihadiri oleh para pengurus yayasan, guru, karyawan, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Yai Daroji menyampaikan bahwa kegiatan hari ini berjalan dengan penuh keberkahan. Ia mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan menghalalkan segala kesalahan. “Mari hari ini kita saling menghalalkan,” ujarnya. Ia juga menekankan satu hal penting bagi seluruh yang bekerja di yayasan, yakni kejujuran.

Menurutnya, kejujuran adalah kunci menuju kebaikan. “Kalau jujur, kita yahdi ilal huda wal birr (dituntun menuju kebaikan). Kalau jujur, maka akan masuk surga,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Yai Daroji mengisahkan teladan kejujuran dari Umar bin Khattab. Diceritakan bahwa suatu ketika Umar bertemu dengan seorang anak penggembala. Saat ditawari untuk menjual salah satu kambing yang digembalakannya, anak itu menolak dengan tegas karena kambing tersebut bukan miliknya, melainkan milik majikannya.

Ketika diuji kembali, anak tersebut tetap teguh pada kejujurannya. Bahkan saat ditanya “Di mana Allah?”, anak itu menunjukkan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi. Kisah ini menjadi bukti bahwa kejujuran akan mendatangkan keberkahan. Umar pun kemudian memerdekakan anak tersebut dan membelikannya kambing sebagai bentuk penghargaan atas kejujurannya.

0-4096×2304-0-0-{}-0-24#

Dalam kesempatan itu, Yai Daroji juga mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan yayasan yang kini telah memiliki enam sekolah dengan jumlah siswa mencapai ribuan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan karyawan atas dedikasi mereka.

Selain itu, tahun ini tercatat ada 60 calon jamaah haji dari lingkungan yayasan. Ia berharap seluruh jamaah diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur. “Kami mohon doa agar semuanya bisa katut (ikut memperoleh keberkahan),” tuturnya, disertai lantunan talbiyah.

Acara juga diisi dengan doa bersama untuk kesembuhan bagi yang sakit serta doa bagi yang telah wafat agar mendapatkan husnul khatimah. Dalam rangkaian kegiatan, turut dilakukan pemberian kitab karya Syarofuddin serta pelepasan calon jamaah haji dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Sementara itu, sambutan dari perwakilan Pemerintah Kota Semarang yang disampaikan oleh Ely Asmara selaku Kabag Kesra mewakili Wali Kota, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan halal bihalal ini. Ia menilai acara ini menghadirkan nuansa spiritual yang kuat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para juara mirottal yang dinilai mampu menjadi generasi fasih dalam membaca Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari. “Momentum ini harus menjadi titik awal untuk membangun pribadi yang lebih baik dan memperkuat persatuan umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa Masjid Raya Baiturrahman Semarang akan menjadi maskot sekaligus venue berbagai kegiatan menjelang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Agenda pembukaan direncanakan pada 12 September 2026, dengan pelaksanaan utama pada 13–19 November 2026 di Lapangan Simpang Lima.

Sebagai penutup, tausiyah disampaikan oleh Abdul Jamil selaku pembina YPKPI. Ia mengutip wejangan dari KH Wahab Hasbullah kepada Soekarno, yang menganjurkan pelaksanaan halal bihalal sebagai sarana mempererat persatuan, bahkan dalam situasi sulit seperti masa pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai kejujuran, persatuan, dan spiritualitas semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam.

Red: Ahmad Irfain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *